Widget HTML Atas

Bagaimana Hukum Sholat Subuh Kesiangan? Simak Penjelasannya dari Gus Baha

Tentu, kadang orang ada yang namanya bangun kesiangan hingga mempertanyakan apakah hukum sholat subuh kesiangan bagi umat muslim. Tentu banyak yang penasaran dengan hukum mengenai hal ini. Hingga butuh pencerahan dan kali ini akan dijelaskan.

Pada penjelasan yang akan diulas kali ini adalah dari penjelasan dari Gus Baha' yang bisa dijadikan panduan. Kali ini pun akan diuraikan penjelasan dan perinciannya. Jadi jangan lewatkan setiap penjelasannya.

Bagaimana Hukum dari Sholat yang Kesiangan?

Hukum Sholat Subuh Kesiangan
Hukum sholat subuh kesiangan

Mengenai hukum sholat subuh kesiangan, tentunya setiap manusia mengalami yang namanya lupa atau salah. Sholat subuh kesiangan sendiri bukan menjadi kejadian yang aneh. Bahkan kanjeng nabi sendiri sudah pernah mengalami.

Jika dikatakan salah, tentu sholat terlambat dihukum salah. Hanya saja tidak semua kesalahan akan membawa dosa bagi yang melakukannya. Seperti misalnya adalah saat sholat kesiangan ini karena ketiduran.

Maka dengan alasan ini pula Kanjeng nabi mengalaminya. Selain itu, tidak ada unsur kesengajaan akan bangun siang hingga menunda sholat subuh. Jadi hukumnya sendiri tidak apa, berbeda saat disengaja, maka hal tersebut dihukumi dengan dosa.

Apakah Shalat Tetap Wajib Dilaksanakan?

Setelah mungkin akan muncul berupa pertanyaan aneh lain yang juga tentunya masih berhubungan. Yakni mengenai apakah wajib sholat pada saat bangun kesiangan. Maka tentu sholat subuh harus tetap dilakukan.

Dari yang dikisahkan, bahwa saat Kanjeng nabi bangun kesiangan pun, dirinya dan juga Bilal langsung melaksanakan sholat. Jadi saat terbangun, maka segeralah untuk menunaikan. Jangan menunda lagi, namun dengan di qadha.

Jadi saat sholat kesiangan, maka niatnya sudah bukan seperti sholat subuh biasa saat tepat waktu. Namun ada niat tersendiri yang khusus dengan niat qadha'. Sebab, memang saat itu memang waktu subuh telah selesai.

Landasan yang Bisa Digunakan dari Kisah Nabi Muhammad

Dikatakan oleh Gus Baha’ bahwasanya Kanjeng nabi juga pernah melaksanakan sholat kesiangan. Hal ini terjadi saat nabi Muhammad dan hilal tengah menempuh perjalanan dan tengah beristirahat di gua. Dimana saat itu kanjeng nabi merasa ngantuk.

Nabi Muhammad ini mengatakan kepada Bilal, hingga Bilal menyuruh nabi untuk tidur dan berjanji akan membangunkannya. Namun ternyata hilal juga ketiduran. Hingga akhirnya nabi Muhammad dan hilal bangun kesiangan.

Hingga keduanya terbangun saat matahari sudah terbit dan menyengat. Saat itu pula akhirnya nabi menanyakan kepada Bilal mengenai janji yang katanya ingin membangunkan. Hingga dari kisah inilah dapat disimpulkan bahwa nabi pernah shalat qadha.

Sehingga Gus Baha' pun mengatakan bahwa jangan terlalu fanatik dalam menanggapi hal seperti ini. Sebab pada dasant Kanjeng nabi pun pernah mengalaminya, meski hanya sekali seumur hidupnya. Namun sudah bisa dijadikan pedoman oleh umatnya.

Apakah Saat Sholat Subuh Kesiangan Atau Qadha Disunnahkan Untuk Adzan?

Setelah mengetahui hukum sholat subuh kesiangan yang dapat digunakan, maka yang akan dibahas kali ini berkaitan dengan adzan. Jadi Gus Baha’ juga menambahkan, bahwa seluruh ulama’ syafi'i sepakat sunnah. Ini juga diambil dari kitab Fathul Wahab dan Mahalli.

Untuk dalil yang digunakan sendiri juga masih berhubungan dengan kisah yang tadi telah diceritakan. Jadi saat keduanya bangun siang, akhirnya melaksanakan sholat subuh secara qadha. Lalu saat itu, Nabi Muhammad menyuruh bilal untuk adzan.

Baca juga: Berbohong demi kebaikan apakah dibolehkan?

Dari kisah tersebut hingga dijadikan sebagai dalil yang tepat untuk permasalahan ini. Bahwasanya mengumandangkan adzan saat menunaikan solat qada’ hukumnya adalah Sunnah. Namun perlu diingat, hukumnya adalah Sunnah bukan wajib.

Itu tadi penjelasan mengenai apakah hukum sholat subuh kesiangan dari penjelasan KH. Gus Baha'. Sudah dijelaskan juga mengenai kisah yang bisa dijadikan sebagai dalil yang dapat digunakan sebagai landasan. Juga mengenai hukum adzan shalat qadha.