Widget HTML Atas

Hukum Diterima Kerja Karena Orang Dalam Apakah Halal Gajinya?

Alangkah baiknya sebelum menerima tawaran pekerjaan yang berasal orang dalam agar mencari tahu hukumnya. Kehalalan rezeki yang kita dapatkan akan memberi keberkahan ketika menggunakannya. Itulah kenapa hukum diterima kerja karena orang dalam wajib dikaji mendalam.

Jalan cepat untuk diterima kerja memang menggunakan orang dalam atau relasi. Jika ditambah dengan memberikann hadiah benda berharga maka jalannya akan lebih mudah. Bagi kamu yang dilemma menerima atau menolak pekerjaan dari orang dalam bisa baca penjelasan berikut:

Hukum Diterima Kerja Karena Orang Dalam
Apakah boleh dapat kerja dari orang dalam?

Masuk Kategori Perbuatan Zalim

Ustadz Abdul Somad atau yang terkenal dengan UAS pernah mendapatkan pertanyaan serupa. Ia menjelaskan bukan hanya dari segi langsung menerima tapi bahkan memberi contoh kasus. Terkait dengan contoh kasusnya akan dijelaskan pada poin terakhir.

Baca juga: Penjelasan tentang wakaf Al Qur'an paling lengkap

Singkatnya UAS menjawab bahwa perbuatan masuk kerja lewat jalur orang dalam adalah zalim. Terlebih jika secara kualifikasi kemampuan yang dimiliki masih jauh dari kriteria. Hanya karena keluarga dekat dengan orang dinas maka akhirnya kamu yang lolos mengambil hak orang lain.

Hadits tentang Perbuatan Zalim

Masih berkaitan dengan hukum diterima kerja karena orang dalam, UAS menguatkannya dengan salah satu hadits. Arti dari hadits tersebut kurang lebih menjelaskan agar umat manusia berhati-hati terhadap kezaliman.

Hukuman yang ditanggung pada hari kiamat nanti bagi siapa saja yang zalim akan berkali-kali lipat. Uang yang dihasilkan dari pekerjaan mulai dari gaji, tunjangan sama dana pensiun semuanya haram. Mari bayangkan jika kamu sebagai kepala keluarga lalu memberi nafkah haram.

Arti hadits di atas adalah hadist shohih diriwayatkan oleh Muslim dari Jabin bin Abdillah. Jadi, untuk keabsahan hadistnya sendiri tidak perlu dipertanyakan lagi. Sebagai umat muslim mari berhati-hati terhadap rezeki yang kita dapatkan apalagi untuk keluaga.

Perumpamaan Suatu Pekerjaan Menurut UAS

Agar lebih mengena lagi UAS menyebut jika pekerjaan di dunia diibaratkan sebesar sayap nyamuk. Jangan sampai hanya karena setengah sayap nyamuk tersebut atau pekerjaan kamu bisa masuk ke neraka.

Memperebutkan setengah sayap nyamuk memang sulit rasanya di dunia. Tapi akan jauh lebih sulit lagi jika kamu menanggung dosa di akhirat nanti beserta keluargamu. Tak lupa UAS mengingatkan pada semuanya agar selalu takut terhadap Allah SWT.

Contoh Kasus Kerja Karena Orang Dalam

Dalam kehidupan ada dua kategori kerja karena orang dalam yang dimaksud UAS. Hukum diterima kerja karena orang dalam yang pertama adalah jika kualifikasinya tidak mumpuni. Contoh, kamu sudah lulus seleksi berkas sampai psikotes tinggal menunggu wawancara.

Karena kamu memiliki kenalan akhirnya kenalan tersebut memberi arahan untuk menemui profesor A. Nantinya profesor A nanti bisa membantu kamu lulus tes wawancara. Padahal setelah proses tes wawancara berlangsung kandidat lain lebih bagus hasilnya tapi kamu yang diterima.

Kategori pertama uang hasil kerjanya akan haram. Lalu kategori kedua adalah orang yang punya kualifikasi yang sesuai kemudian direkomendasikan untuk masuk sebuah perusahaan. Orang tersebut mengikuti tes seperti biasa dan hasilnya memang unggul dari kandidat lain.

Baca juga: Bohong demi kebaikan apakah dibolehkan

Maksud kasus kedua ini orang yang merekomendasikan hanya sebagai perantara pintu rezeki. Selanjutnya kamu sendiri yang berusaha dan bekerja keras agar diterima. Gaji dan tunjangan yang didapat untuk kasus kedua hukumnya halal.

Begitulah dunia kerja yang realitanya banyak orang melupakan hukum diterima kerja karena orang dalam. Seakan-akan orang diterima kerja karena nepotisme adalah hal lumrah. Tetap semangat bagi para pencari kerja dan jauhi kezaliman meski kamu dapat tawaran orang dalam nantinya.